Logo
Image

Tentang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

MGMP atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran adalah forum atau wadah yang memfasilitasi berkumpulnya guru mata pelajaran yang sama untuk mengembangkan profesionalitas kerja. Guru-guru yang bisa tergabung dalam adalah guru SMP/SMPLB atau sederajat, SMA/SMALB atau sederajat, dan SMK atau sederajat. Untuk guru SD/MI memiliki wadah tersendiri yang disebut KKG (Kelompok Kerja Guru). Sementara itu, khusus kepala sekolah akan tergabung dalam MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah).

Seperti halnya organisasi lain, MGMP juga memiliki kepengurusan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pengurus terdiri dari satu ketua, satu sekretaris, satu bendahara, dan tiga ketua bidang. Bidang yang dimaksud adalah bidang perencanaan dan pelaksanaan program, bidang pengembangan organisasi, administrasi, dan sarpras, serta bidang hubungan masyarakat dan kerja sama.
  2. Pengurus dipilih berdasarkan AD/ART oleh setiap anggota.
  3. Anggota berasal dari guru sekolah negeri dan swasta, baik PNS maupun non PNS.
  4. Anggota memuat guru mata pelajaran di tingkat SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK. Anggota bisa berasal dari 8 – 10 sekolah. Hal itu disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Dasar Hukum MGMP

Sebagai suatu organisasi yang legal, MGMP tentu harus memiliki dasar hukum penyelenggaraan. Lantas, apa syarat kelengkapan dasar hukum penyelenggaraannya?

  1. Surat penetapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota.
  2. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
  3. Memiliki struktur organisasi (kepengurusan).

Tiga syarat utama di atas selain syarat pendukung lainnya merupakan kelengkapan yang harus dimiliki.

Seberapa Penting Ikut MGMP?

Di era pandemi ini, Bapak/Ibu bisa mengikuti berbagai pelatihan/bimtek dalam guru pembelajar melalui SIM PKB. Namun, ada syarat yang mendasarinya, yaitu Bapak/Ibu harus gabung dalam komunitas MGMP di Kab/Kota tempat tinggal Bapak/Ibu. 

Jika Bapak/Ibu enggan bergabung dengan MGMP, profesionalitas kerja Bapak/Ibu tidak akan diperhitungkan. Artinya, penting sekali keikutsertaan Bapak/Ibu dalam forum MGMP. Hal yang tak kalah penting adalah bisa menggantikan pola pelatihan-pelatihan/bimtek yang biasa dilakukan di P4TK maupun LPMP.

Tujuan MGMP

Bagi pengurus MGMP, memberikan acuan kerja agar dapat menyelenggarakan kegiatan secara mandiri, bermutu, dan berkelanjutan dalam rangka memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan melalui tenaga kependidikan untuk mengantarkan siswa menjadi manusia seutuhnya sebagaimana tujuan pendidikan nasional.

Bagi guru peserta MGMP, bertujuan untuk:

  1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dsb.
  2. Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja.
  4. Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
  5. Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat MGMP.
  6. Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
  7. Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat MGMP